Hati-hati Dengan Hati

    Hati merupakan salah satu organ tubuh manusia yang terpenting. Hati juga menjadi tempat seluruh perasaan jiwa, Kekuatan berfikir dari suatu keyakinan. Perasaan cinta, benci, bahagia, gelisah, marah, takabur, tawadu, keyakinan dan suatu keraguan munculnya dari hati.

    Hati dalam istilah agama di sebut Al Qalbu yang artinya mudah berubah-ubah. Dalam riwayat Rasulullah Saw mengajarkan do�a untuk keteguhan hati yang artinya: " Wahai Allah yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agamaMu". Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim bahwa Nabi bersabda: "Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, bila baik ia maka baiklah seluruh tubuh, namun bila rusak ia maka rusaklah seluruh tubuh" segumpal daging itu adalah hati (Qalbu).

    Allah memberikan karunia kepada Manusia berupa mata lahir dan mata batin (hati). Mata lahir dapat melihat apa-apa yang diberikan oleh Allah yaitu segala sesuatu yang bisa terlihat oleh mata, sedangkan mata hati dapat melihat sesuatu yang tak tampak mata. Sesungguhnya hati itu merajai organ tubuh manusia yang lainnya. apabila hatinya terbuka dan dapat menerima cahaya Ilahi, ia dapat melihat keagungan Allah. Namun sebaliknya apabila hati tertutup, hati itu akan menjadi gelap gulita tanpa pancaran cahaya Nur Ilahi. Allah Swt berfirman dalam Q.s Al-Hajj:46: yang artinya "Maka apabila mereka tidak berjalan dimuka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalamnya". Merujuk pada ayat-ayat Al-Qur�an hati terbagi menjadi 3 karakter.

1. Qalbun Mayyit (Hati yang Mati)

    Hati yang senantiasa di penuhi nafsu didalamnya. Sehingga ia tidak lagi dapat mengenal RabbNya dan senantiasa  hidup bergelimang dosa. Hawa nafsu telah menguasai bahkan mengendalikannya. jika ia mencintai dan membenci sesuatu itu hanya karena nafsunya. Hati yang seperti ini ibarat besi yang sudah berkarat sehingga susah diharapkan hidup apalagi bersih.

2. Qalbun Maridh (Hati yang Sakit)

   Hati yang didalamnya terdapat Mahabatullah dan Mahabatusysyahwat. bercampur berkecamuk menjadi satu. ia sangat menyukai sesuatu yang bisa membawa pada hal yang sia-sia. Akan sulit dalam menilai sesuatu yang ada di depan matanya. Hati yang seperti ini ibarat cermin yang tak terawat, penuh noktah hitam. sehingga benda yang ada di hadapanya tampak buram bahkan lebih buruk dari aslinya. Hati seperti inipun berbahaya, namun masih mempunyai harapan sembuh karena setiap penyakit itu pasti ada obatnya.

3. Qalbun Saliim

    Hati yang penuh Mahabbah dan Tawakal kepada Allah. Hati yang bersih dari noda sehingga menjadi jernih dalam melihat, menimbang dan menilai suatu masalah. Semakin bersih hatinya, hidupnya akan senantiasa selalu bersyukur. Orang yang memiliki hati yang selamat hidupnya selalu penuh dengan dzikir dan Istighfar. inilah hati yang akan membawa pemiliknya mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. sesuai dengan Qs. Asy-Syu�ara:88-89 yang artinya: "Dihari dan anak-anak laki-laki tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih"

    Pada fitrahnya Hati itu sendiri cenderung kepada kebenaran. namun dalam hal menerimanya kita membutuhkan Hidayah dan taufik dari Allah dan semua itu harus di mohonkan kepadaNya. Akhirnya marilah kita mencoba dan meniatkan diri kita untuk hati-hati...dengan hati. Karena sesungguhnya hati kita yang akan menentukan kehidupan kita dimasa yang akan datang.   





Posted in . 0 Comment »


0 Response to Hati-hati Dengan Hati

Leave a Reply